Jumat, 07 Maret 2014

(Art) : I was Colourfully confused





<a href="url gambar"><img alt="Gambar Binatang Tes Buta Warna" src="urlgambar" title="Gambar Binatang Tes Buta Warna" />
Di suatu siang yang terik, tiba-tiba melihat pagar rumah yang warnanya semakin benderang saat terkena sinar matahari. Terbersitlah pertanyaan tentang dari mana asalnya warna cat pagar tersebut, juga warna-warna lainnya, warna pada cat tembok, pakaian, dan lain sebagainya. Jawaban gampangnya pasti ya dari pewarna atau cat. Tapi, darimanakah warna itu sendiri asalnya diambil atau diperoleh?
  
Ternyata warna buatan untuk cat itu berasal dari pigmen yang merupakan campuran metal; titanium oksida untuk putih; besi oksida untuk jingga, kuning, merah; karbon untuk hitam.
Selain dari campuran metal, kita juga dapat membuat warna dari bahan alami; hijau dari daun suji, daun bayam dan daun singkong; kuning dari bunga matahari dan kunyit; merah dari bunga sepatu dan bunga bougenville; ungu dari bunga waru; dan hitam dari arang. Kita hanya tinggal menumbuk halus bahan-bahan tersebut, beri air, lalu saring dan peras.


Warna terdiri dari warna primer, sekunder dan tertier. Campuran dari dua warna primer menjadi warna sekunder dan campuran dari warna sekunder dengan warna primer menjadi warna tertier.  Warna primer yang kita kenal adalah merah, kuning, dan biru. Merah seperti darah; kuning seperti kuning telur; dan biru seperti langit atau laut. Namun secara teknis warna-warna tersebut bukanlah pigmen warna primer yang sebenarnya. Ada beberapa pendapat mengenai hal ini. Penganut RGB (Red, Green, Blue) dan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, (dan tambahan) Key/Black). Dalam CMYK, warna merah merupakan warna sekunder, yaitu perpaduan antara yellow dan magenta; dan warna biru juga merupakan warna sekunder, yaitu perpaduan dari warna magenta dan cyan. CMYK ini sering dipakai dalam tinta printer (percetakan) sedangkan RGB sering digunakan dalam seni rupa.

<a href="url gambar"><img alt="Perbedaan cmyk rgb" src="urlgambar" title="perbedaan cmyk rgb" />
Warna primer merupakan akibat dari respon fisiologis mata manusia terhadap cahaya. Manusia hanya dapat melihat 3 warna primer. Jumlah warna sebenarnya tak terhingga, namun mata manusia normalnya hanya memiliki 3 jenis alat reseptor yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu (terdapat pada sel kerucut di retina). Oleh karena itu manusia, dan makhluk lain yang seperti itu dinamai makhluk trichromat.
Ada beberapa jenis burung dan binatang marsupial yang mempunyai 4 jenis alat reseptor, artinya mereka mampu melihat empat warna primer. Hal ini terjadi karena panjang gelombang yang dapat mereka lihat rentangannya lebih panjang. Mereka disebut makhluk tetrachromat.

(Fauna) : The Mysterious Plaintive Cuckoo a.k.a Cungcuing/Cicucurit





<a href="url gambar"><img alt="gambar burung cungcuing cicucurit" src="urlgambar" title="gambar burung cungcuing cicucurit" />

Setiap orang yang pernah tinggal di pedesaan, dan juga mungkin perkotaan, pasti pernah mendengar suara burung yang sering dibilang orang sebagai penanda kematian. Sebagai orang yang tumbuh di daerah pedesaan dan amat sering mendengar burung tersebut berbunyi, bahkan pada-saat-saat tertentu bunyinya terasa sangat dekat, saya akhirnya penasaran dengan bentuk burung tersebut dan dengan pernyataan atau mitos yang melekat padanya.

Saya tidak semerta-merta percaya akan stigma yang melekat pada burung tersebut. Setelah mencari-cari, saya tidak puas dengan penjelasan yang dipaparkan dari berbagai sumber. Selain bahwa burung tersebut tidak memiliki sarang sendiri dan menitipkan telur pada sarang burung lain yang lebih kecil, mereka hanya menjelaskan mengenai bentuk fisik, penamaan, dan daerah penyebaran burung tersebut tanpa memberitahu lebih banyak tentang yang selama ini selalu jadi pertanyaan kita. Apa makna dari siulan burung tersebut yang mendayu-dayu dan terdengar sedih itu? Apakah mereka memang memiliki indra yang tajam sekali sehingga dapat mendeteksi bahaya? Ataukah siulan itu dilakukan saat musim kawin? Atau apakah mereka bersiul untuk merayakan sesuatu? Ataukah hanya untuk berkomunikasi atau memanggil teman sespesiesnya? Ataukah ia bersiul hanya untuk membersihkan paru-paru dan pundi-pundi udaranya? Semoga ada yang bisa menjelaskan itu suatu hari nanti.