Selasa, 01 Maret 2011

(FILM/Movie review) Tron Vs Troy, Digital Vs Kolosal...

<a href="url gambar"><img alt="review movie tron legacy" src="urlgambar" title="review movie tron legacy" />

<a href="url gambar"><img alt="review movie troy" src="urlgambar" title="review movie troy" />

Dua film dengan konsep sangat berbeda ini adalah salah satu/dua film favorit saya. 

Tron yang baru saya tonton baru-baru ini menggugah imajinasi kita akan dunia digital yang tidak mustahil untuk diciptakan dengan makin berkembangnya teknologi. Tron: Legacy ini adalah sekuel dari film Tron yang dirilis tahun 1982 dulu.  Tron: Legacy menggambarkan kehidupan Sam Flynn, anak dari Kevin Flynn sang pencipta dunia gigital yang menghilang saat Sam anak-anak. Sam yang akhirnya menemukan cara untuk memasuki dunia ciptaan ayahnya malah dilibatkan dalam game berbahaya yang membutuhkan keterampilan dan kecepatan. Awalnya ia tidak terlalu kesulitan untuk bertahan, namun akhirnya ia terdesak dan dibantu oleh seorang Program bernama Quorra. Saat itu Sam telah bertemu Clu, Program jahat yang sangat mirip dengan ayahnya, Kevin Fynn.  Quorra membawa Sam bertemu dengan ayah aslinya yang ternyata tidak bisa pulang ke dunia nyata karena dihalangi Clu. Berbeda dengan Clu yang umurnya tidak berubah sejak 20 tahun lalu, Kevin Flynn  sudah sangat renta dan kehilangan semangat.  Setelah berunding, akhirnya Sam, Kevin Flynn dan Quorra sepakat untuk mencari cara keluar dari dunia digital yang sudah tak terkendali itu. Sayang mereka dihadang oleh Tron, Program yang dulunya teman Kevinn Flynn. Meski akhirnya Sam kembali ke dunia nyata, ia harus kehilangan seseorang yang dicintainya lagi. 

Film dengan efek 3D ini benar-benar mengajak kita bertualang di unknown world. Garrett Hedlund dan Olivia Wilde yang berperan sebagai Sam Flynn dan Quorra sangat cocok untuk perannya masing-masing. Tokoh-tokoh sentral di sekuel pertamanya itu yakni Tron/Alan Bradley dan Clu/Kevin Flynn yang diperankan Bruce Broxleitner dan Jeff Bridges juga hadir di sekuel keduanya dengan peran yang sama. Yang unik adalah tokoh Clu yang berumur 30an, dengan tokoh Kevin Flynn yang 50an diperankan oleh orang yang sama yaitu Jeff Bridges. Proses editing yang sempurna membuat Jeff benar-benar terlihat masih muda.

Berbeda dengan Tron, Troy yang dirilis pada tahun 2004 ini merupakan film adaptasi dari karya terlaris Homer, The Illiad, yang sangat bergaya kolosal. Dengan pemain bertabur bintang-bintang top Hollywood, film dengan banyak Plot ini sangat menarik untuk ditonton. Tokoh sentral dalam film ini adalah Achilles, seorang prajurit gagah berani yang dihormati pasukannya tapi sifatnya sangat seenaknya sehingga Raja Sparta, Agamemnon, sangat kesal padanya meskipun juga sangat membutuhkannya di medan perang. 

Masalah bermula ketika Paris, pangeran dari kerajaan Troy membawa lari Helen, istri dari adik raja Sparta. Hector, kakak Paris yang juga putra mahkota Troy yang gagah, meski tidak setuju dengan tindakan Paris, tetapi tetap melindungi adiknya. Raja Sparta yang memang sangat ingin menguasai Troy memanfaatkan kemurkaan adiknya untuk mendeklarasikan perang terhadap Troy. Troy yang hanya sebuah kerajaan kecil kewalahan pada awalnya. Achilles yang menjadikan sepupu Hector, Brisseis sebagai tawanan akhirnya menyukai gadis itu dan tidak ikut memeriahkan peperangan sehingga Sparta kekurangan kekuatan. Sayangnya sepupu yang sangat disayangi Achilles, Patroclus, terbunuh dalam peperangan oleh Hector yang mengira ia adalah Achilles, sehingga Achilles murka dan menantang Hector duel satu lawan satu yang berakhir dengan kematian Hector. Achilles membebaskan Brisseis yang sama-sama berduka karena kematian sepupunya. Troy akhirnya jatuh karena taktik Oddysus yang cerdik, yaitu memasukan prajurit Sparta ke dalam patung kuda. Pada malam hari saat warga Troy tertidur, Prajurit Sparta keluar dari patung dan memanggil prajurit lain yang bersembunyi di perbukitan lalu menyerang dan membakar habis Troy. Achilles tidak bersedia terlibat perang dan malah mencari Brisseis yang ternyata sedang disudutkan oleh Agamemnon. Brisses menusuk Leher Agamemnon dengan belatinya, namun prajurit Agamemnon menyerangnya. Untunglah Achilles datang menyelamatkannya. Sayangnya pertemuan itu juga diwarnai tragedi.

Film ini benar-benar mengalir. Tokoh-tokohnya diperankan secara pas oleh para pemerannya. Achilles yang diperankan Bradd Pitt, Hector yang diperankan Eric Bana si Hulk, Paris yang diperankan Orlando Bloom si Legolas, Odysus yang diperankan Sean Bean, Helen yang diperankan oleh Diane Kruger, Brisseis yang diperankan oleh Rose Byrne, juga Patroclus yang diperankan Garrett Hedlund. Satu hal yang sangat menarik dari film ini adalah sulit menentukan peran antagonis. Meski Hector dan Achilles berada di pihak berlawanan dan saling menjatuhkan, dua-duanya punya latar belakang dan kepribadian yag mengesankan. jadilah Agamemnon yang mendapatkan kehormatan jadi pemeran antagonis di film ini.

Dua film diatas menarik dengan caranya masing-masing. Tron yang meskipun kurang mendetil  dalam pemaparan latar belakang mempunyai kelebihan di segi kecepatan alur. Sedangkan Troy justru sangat kuat di segi penokohan dan latar belakang. Persamaan dari kedua film ini adalah sama-sama menampilkan Garret Heldlund sebagai salah satu tokohnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar