Kamis, 03 Maret 2011

(Book Review) Inheritance cycle..., Eragon, Eldest, Brisingr, Book4???

Kali ini saya tidak akan menuliskan sinopsis dari cerita ini melainkan hanya akan mengulas beberapa hal yang saya anggap menarik untuk dibahas.

Yang paling pertama ingin saya bahas adalah gaya menulis Christopher Paolini. Awalnya antara percaya dan tidak bahwa buku pertama dari Siklus Warisan ini yakni Eragon, ditulis Paolini saat ia berumur 15. Alur serta konsep cerita seperti itu rasanya terlalu kompleks untuk dituliskan seorang yang baru beranjak remaja. Namun kenyataannya memang seperti itu, di saat remaja lain (contohnya saya-.-) dengan santainya menikmati dan mengulas karya orang lain, di umur belia ia sudah menciptakan dunia tempat tinggal Eragon dan segala isinya. Memang dari segi konten, banyak terinspirasi dari karya-karya fantasi sebelumnya semisal The Lord of the Rings, namun detailnya lebih mengesankan dari novel pendahulunya itu. Memang tidak sebombastis Harry Potter karya J.K Rowling dari segi peminat dan penggemar. Hal ini sepertinya karena penulisan Siklus Warisan ini lebih mengutamakan detail daripada amusement pembaca sehingga terkesan jadi lebih berat bagi para remaja yang lebih menyukai bacaan agak ringan. Namun saya pribadi sangat senang dengan kosakata yang dipilih Paolini untuk menggambarkan detail, baik itu tokoh, tempat maupun kejadian yang sedang berlangsung. Rasanya mudah membayangkan kejadian tersebut benar-benar terjadi saat kita  memahami keseluruhan frasa atau kalimat yang dipilih Paolini.

Hal menarik lainnya adalah pemilihan sudut pandang. Selain Eragon, Paolini memilih Roran, Nasuada, dan Saphira untuk di-eksplorasi lebih jauh mengenai sudut pandang, watak dan kebiasaan yang biasa dilakukan para tokoh. Dan entah mengapa saat berada dalam sudut pandang Roran, Nasuada ataupun Saphira, rasanya mereka benaar-benar menjadi tokoh utama dengan Eragon hanya sebagai peran pelengkap. Dan dengan lihainya ia membuat pembaca (baca: saya) mendalami serta menyukai tokoh-tokoh tersebut lebih daripada sebelumnya. Sehingga ini bukan lagi hanya tentang Eragon si Penunggang, tapi mencakup apa yang terjadi pada semua pihak yang terlibat pada akhirnya. Lucunya sudut pandang orang-orang tertentu yang sama pentingnya dengan para tokoh di atas seperti pikiran Arya dan Murtagh tetap tak tersetuh dan masih dipertanyakan.


Salah Satu Perkiraan Cover Buku IV

Hanya satu buku lagi untuk mengakhiri rangkaian cerita Siklus Warisan ini yang saya tahu masih harus menunggu agak lama untuk dapat dinikmati pembaca setianya. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan rasanya menunggu dengan sabar itu menyebalkan tapi tak ada salahnya menunggu sesuat lebih lama untuk dapat kualitas yang terbaik dan kepuasan yang lebih besar. Semoga saja. Mengutip kata-kata Brom, semoga pedangmu tetap tajam!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar